Kamis, 16 Januari 2014

[Review] Sweet Misfortune: Cinta dalam Kue Ke(tidak)beruntungan by Kevin Alan Milne

Sweet Misfortune: Cinta dalam Kue Ke(tidak)beruntungan

Judul: Sweet Misfortune: Cinta dalam Kue Ke(tidak)beruntungan
Penulis: Kevin Alan Milne
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Qanita
Tebal: 456 halaman
Cetakan: 1, Juli 2011

Bagi Sophie Jones, kebahagiaan sama dengan sepotong cokelat: manis, tetapi cepat sekali meleleh dan hilang. Segala macam tragedi sepertinya telah ia alami: kehilangan orangtua, dicampakkan tunangan, dan lain sebagainya. Masa lalunya itu membuatnya percaya bahwa di dunia ini tidak ada kebahagiaan.

Dia pun menumpahkan kesedihannya dengan menjual Misfortune Cookies—kue-kue yang menyimpan secarik pesan ketidakberuntungan di dalamnya. Kue itu laku keras, dan dia merasa senang. 

Di sela-sela itu, Garrett Black, mantan tunangannya yang punya andil dalam semua penderitaannya, tiba-tiba muncul dan memohon untuk kembali padanya. Awalnya Sophie menolak mentah-mentah. Namun, ketika Garrett terus memohon, Sophie mengajukan tantangan: Garrett harus membuktikan bahwa kebahagiaan sejati memang ada. Bila dia berhasil, Sophie akan mempertimbangkan permintaannya. Akankah Garett berhasil? Dan dapatkah mereka kembali bersama?
 Nggak sengaja nemu buku ini sebuah bazaar buku. Awalnya memang ga mau beli buku ini, tapi setelah dipikir-pikir, ya mending dibeli aja. Lumayan buat bahan bacaan. Bener-bener ga ada ekspektasi apa-apa untuk baca buku ini. Ternyata ... saya suka! Ga nyesel beli bukunya :D

Bercerita tentang Sophie Jones, wanita berumur 30 something, seorang yang sangat pesimis dalam menghadapi hidup. Sebel juga, sih, karena ko jadi orang pesimis banget, ga percayaan pula sama orang lain. Tapi ternyata, ada sebabnya kenapa Sophie bersikap seperti itu. Mau tau? Uuum lebih baik baca aja deh sendiri. Lebih seru daripada cuma diceritain :p

Blurb di belakang kavernya pun sudah cukup menceritakan isi dari buku ini. Mengenai tantangan yang diberikan oleh Sophie, eeuum rasanya dia beneran putus asa untuk menemukan makna dari kebahagiaan itu sendiri. Mungkin, tidak ada kebahagiaan yang bertahan lama, tapi kalau kebahagiaan kecil datang setiap hari, rasanya saya sudah cukup bahagia.
Kata "kebahagiaan" akan kehilangan maknanya bila tidak diimbangi dengan kesedihan. -- Carl Jung
 Kehadiran tokoh Alex, seorang yang sangat luar biasa dan positif, membuat Sophie sedikit demi sedikit mulai mendapatkan arti kebahagiaan.

Saya suka buku ini karena:
1. Kavernya bagus, apalagi dengan salah satu ramalan dari kue ketidakberuntungan milik Sophie: "Some people are lucky in love. You aren't one of them." Bener-bener bikin pesimis, sih :p
2. Gaya bahasa dan tutur ceritanya mudah dimengerti.
3. Setiap bab dijuduli dengan ramalan ketidakberuntungan yang dibuat oleh Sophie, bikin ketawa dan ikut merasakan gimana pesimisnya Sophie.
4. Saya cuma menemukan dua buah adengan yang mengarah ke 'sana', dan cuma ciuman yang ga bikin dag-dig-dug. Makanya saya suka, karena saya kan masih kecil, kakak X)))))
5. Ceritanya unik, ga klise. Eh ada, sih, bagian yang bikin kening saya berkerut, tapi nanti kita bahas di "kenapa saya kurang suka buku ini"

Saya kurang suka buku ini karena:
1. Ada satu adegan yang bikin saya jadi ngebalik halaman lagi. Jadi, ini cerita flashback gimana Sophie dan Garrett ketemu. Ceritanya Garrett ditelpon ibunya untuk blind date sama seorang cewek, namanya Sophie. Di situ diceritakan bahwa Garrett mau pikir-pikir lagi karena dia ga suka blind date. Sama sekali ga disiratkan kalau Garett kenal sama Sophie. Tapi, (hampir) diakhir buku, Garrett bilang kalau sebenarnya saat ibunya bilang mau dikenalin sama Sophie, Garrett udah tau kalau yang dimaksud itu adalah Sophie Jones dari masa lalunya. Mungkin penulisnya berusaha untuk 'menyesatkan' pembacanya, supaya pembaca ga nebak-nebak dulu endingnya gimana. Tapi, ya, jadinya aneh aja, gitu -.-'
2. Saran untuk penerjemah: Ada beberapa istilah asing seperti aneurisme (hlm. 13), cul de sac (lupa halaman berapa) yang tidak dijelaskan artinya. Harusnya untuk istilah seperti itu, dibikin catatan kaki agar pembaca mengetahui artinya.
3. Saran untuk editor: penulisan kata yang salah sebenarnya cuma sedikit, tapi ada beberapa kalimat yang kadang bikin rancu dalam membacanya. Misalnya:
a. "Well, maaf mengingatkanmu, tapi kau bisa saja mendapatkannya, tapi kau meninggalkan semua itu." (hlm. 285) --> ada pemborosan kata 'tapi' dalam kalimat tersebut. Akan lebih enak dibaca bila kata 'tapi' yang pertama dihapus saja.
b. Kertasnya kusut dan kumal, tulisannya buram dan bisa dikatakan buram. (hlm. 292) --> pemborosan kata lagi. Bisa diganti menjadi: "Kertasnya kusut dan kumal, tulisannya buram dan hampir tidak dapat dibaca."

Kesimpulannya:
Buku ini menyenangkan untuk dibaca, untuk penggemar tulisan dengan genre romantis, sebaiknya kalian baca ini. Seru dan kocak. Pelajaran yang bisa didapat adalah ga usah mencari kebahagiaan yang besar, sedikit kebahagiaan saja (tapi banyak) akan membuat hidup lebih bahagia --> kesimpulan ngasal, sih :p

Stars: 4 of 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar