Kamis, 03 Juli 2014

[Review] A Very Yuppy Wedding by Ika Natassa

Judul: A Very Yuppy Wedding
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Keempat, 2008
Tebal: 282 halaman






The life of a business banker is 24/7, dan bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu. Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all. Namun di usianya yang meninjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya. So she should be smiling, right?

Not really. Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya. Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.

Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the most irrational decisions in her own personal life.
 A Very Yuppy Wedding merupakan novel Ika Natassa pertama yang saya baca. Awalnya kurang tertarik dengan novel ini, karena dari beberapa review yang pernah saya baca, katanya di novel ini terlalu banyak menggunakan Bahasa Inggris. Saya memang lebih suka novel yang nggak terlalu nginggris, kalaupun pakai Bahasa Inggris, ga terlalu banyak dan secukupnya aja. Tapi, setelah saya baca sendiri novel ini, ternyata kekhawatiran saya nggak terlalu terbukti. Memang, Andrea senang sekali memakai Bahasa Inggris, di awal bab pun dia sudah bilang kalau Bahasa Indonesianya kurang bagus. Saya masih bisa menoleransinya, ga ada masalah.

Inti cerita dalam novel ini sebenarnya simpel, tentang kisah cinta rekan kerja di mana ada peraturan nggak boleh nikah dengan rekan sekantor. Dimulai dari backstreet, dilema siapa yang harus pindah kerja, penganggu, bahkan sampai sebelum akad pun masih ada drama.

Penuturan Ika Natassa yang mengalir, membuat saya cukup menikmati novel ini. Kisah pegawai bank yang kerja gila-gilaan (tentu juga dengan bonus yang gila-gilaan) membuat novel ini hidup.

Untuk karakternya sendiri, Andrea digambarkan sebagai perempuan shopaholic yang selalu belanja barang-barang bermerek. Nggak heran dalam novel ini bertebaran berbagai macam merek terkenal di dunia, dari Jimmy Choo sampai Tag. Tapi sayangnya, saya nggak terlalu suka dengan Andrea, saya nggak simpati dengan dia. terutama saat dengan entengnya dia minta Adjie untuk ga deket-deket sama wanita lain, tapi di sisi lain dia malah kadang suka meladeni para pria (yang katanya cuma temen) mendekatinya. Saya juga nggak terlalu simpatik sama Adjie. Belum kebayang aja gantengnya kayak gimana :p

Emosi saya nggak datar sih pas bacanya, geregetan sama tingkah polah Andrea. Selebihnya udah.

Over all, novel ini metropop banget. Menceritakan tentang kehidupan penduduk metropolitan. Cukup menghibur dan cocok untuk bacaan ringan.

Stars: 2,8 of 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar